Waduh kenapa penyakit jantung koroner menjadikan saya jadi takut

thumbnail
Penyakit jantung koroner yang terdapat pada diri seseorang pastinya akan membuatnya menjadi cemas dan bingung, jadi sangatlah wajar, siapa saja pasti takut dengan penyakit jantung koroner, untuk penyakit jantung koroner perlu diwaspadai namuun jangan membuat anda jadi cemas, yang terpenting adalah ikuti resep dokter, jangan terlalu waspada yangg berlebihan.
Penyakit jantung koroner yang berat akan membuat anda menjadi lebih waspada namun jangan berlebihan juga, segera lakukan pengobatan dan konsultasi tepat kepada dokter spesialis jantung, jika memang perlu dipasang ring maka alangkahbaiknya anda segera konsultasi yang lebih intens, mengenai persiapan dan biaya semua pemasangan ring termasuk resiko yang kemungkinan timbul jika dipasang ring.
Penyakit jantung koroner dengan indikasi berat segera lakukan konsultasi dengan dokter BPJS, karena setahu saya klinis penyakit penyakit jantung koroner di klaim oleh bpjs.

TINJAUAN LENGKAP MENGENAI PENYAKIT JANTUNG KORONER

thumbnail
> Penyakit jantung koroner adalah:
Menurut sumber (Kartohoesodo, 1982) : adalah penyakit jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner yakni pembuluh nadi yang mengantarkan darahke aorta ke jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung
> Etiologi Penyakit Jantung Koroner:
Penyakit jantung koroner adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri/pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otot otot jantung.
> Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner terjadi bila ada timbunan / tumpukan (PLAK) yang mengandung lipoprotein, kolesterol, sisa-sisa jaringan dan terbentuknya kalsium pada intima, atau permukaan pada bagian dalam pembuluh darah jantung baik kanan ataupun kiri. Plak ini membuat intima menjadi kasar, jaringan akan berkurang oksigen dan zat gizi sehingga menimbulkan infark, penyakit jantung koroner menunjukkan gejala gizi terjadi infark miokard atau bila terjadi iskemia miokard seperti angina pectori.
> Penyebab Jantung Koroner
Penyakit jantung yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh nadi koroner ini disebut penyakit jantung koroner. Penyempitan dan penyumbatan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri. Dalam kondisi lebih parah kemampuan jantung memompanya darah dapat hilang. Hal ini akan merusak system golongan irama jantung dan berakibat dengan kematian sumber dari (Krisatuti dan Yenrina, 1999). 
Penyebab penyakit jantung koroner yang lainya adalah kebiasaan makan-makanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh.
Agar lemak mudah masuk dalam peredarah darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan metabolisme menjadi kolesterol pembentuk asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan
(artherosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteri koronoria). 
> Gejala pada penderita Penyakit Jantung Koroner 
Penyakit jantung koroner sering ditandai dengan rasa tidak nyaman atau sesak di dada, gejala seperti ini hanya dirasakan oleh sepertiga
penderita. Rasa nyeri terasa pada dada bagian tengah, lalu menyebar keleher, dagu dan tangan. Rasa tersebut akan beberapa menit kemudian. 
Rasa nyeri muncul karena jantung kekurangan darah dan supplay oksigen. Gejala ini lain menyertai jantung koroner akibat penyempitan pembuluh nadi jantung adalah rasa tercekik (angina pectoris). Kondisi ini timbul secara tidak terduga dan hanya timbul jika jantung dipaksa bekerja keras. Misal fisik dipaksa bekerja keras atau mengalami tekanan emosional.
Pada usia lanjut gejala serangan jantung sering tidak disertai keluhan apapun, sebagian hanya merasa tidak enak badan. Gejala penyakit jantung koroner pada umumnya tidak spesifik untuk didiagnosa angina pectoris (masa tercekik). Biasanya diperoleh riwayat penyakit orang bersangkutan, sedangkan pemeriksaan fisik kurang menunjukkan data yang akurat. Pada keadaan tenang eletro diagram pada orang yang menghidap angina pectoris akan terlihat normal pada keadaan istirahat. Sebaliknya menjadi normal saat melakukan kerja fisik. Riwayat angina pectoris tidak stabil lebih sulit dikendalikan karena terjadi secara tidak terduga kasus ini menjadi mudah terdeteksi jika disertai dengan nyeri sangat hebat di dada, disertai dengan gejala mual, takut dan merasa sangat tidak sehat. 
Berbeda dengan kasus infak miokardia pada kelainan jantung yang
satu ini dapat diketahui melalui penyimpanan irama jantung saat
pemeriksaan melalui elektro kardiografi dan dikatikan dengan peningkatan kadar enzim jantung dalam darah, juga dalam perkembangan penyakit jantung koroner biasanya disertai kelainan kadar lemak dan trombosit darah penderita yang diikuti oleh kerusakan endoterium dinding pembuluh nadi sumber (Krisnatuti dan Yenria, 1999). 

Penyakit Jantung Koroner

thumbnail
Menurut buku pedoman Depkes RI (2007), penyakit jantung koroner adalah merupakan suatu kelainan yang terjadi pada organ jantung dengan akibat
terjadinya gangguan fungsional, anatomis serta sistem hemodinamis. Sumber lain mendefinisikan bahwa penyakit Jantung koroner adalah penyakit pada
jantung yang terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah jantung. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner dapat dikurangi dengn menjalankan berbagai tahap untuk
mencegah dan mengontrol faktor risiko yang memperburuk terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung(The State Gooverment of Victoria, 2004).
Dalam arti luas yang dimaksud dengan penyakit jantung koroner adalah penyakit yang terdiri dari berbagai macam keadaan sakit jantung. Kejadian penyakit jantung
yang paling sering adalah penyakit jantung koroner, serangan jantung dan kondisi sakit jantung lainnya (The State Gooverment of Victoria, 2004). 
Bagimana Gejala Penyakit Jantung koroner?
Bisa berupa nyeri atau perasaan tidak enak di dada seperti panas, tertekan seperti dari belakang, diperasperas, atau dicekik. Rasa tersebut sering menjalar ke lengan, dagu, leher, punggung
atau ke perut yang menjadi kembung, mual atau muntah. Gejala teersebut berlangsung cukup lama (lebih dari beberapa menit) dan tidak berkurang/hilang
dengan istirahat. Bahkan sering disertai gejala lain seperti sesak napas, tubuh terasa lemas (melayang), pucat, berkeringat dingin, berdebar-debar, dan perasaan cemas atau takut mati sumber(Suaramerdeka,)
Pengenalan diatas merupakan ulasan singkat mengenai penyakit jantung koroner, semoga bisa dipahami oleh pembaca.

Sebelum mengenal penyakit jantung koroner mari kenali bentuk jantung

thumbnail
Mari kita mengenal anatomi / bentuk jantung:
Jantung merupakan organ dalam yang terdiri dari otot-otot yang kuat dan berfungsi memompa darah yang mengandung oksigen dan membawa makanan ke seluruh bagian
dari tubuh kita. Jantung memiliki dua arteri koroner utama dan memiliki banyak cabang pembuluh darah jantung.
Jantung adalah organ dalam yang terdapat pada tubuh kita yang sangat penting / sangat vital.Jantung sebelah kiri berfungsi memompa darah bersih (kaya oksigen atau zat asam) ke seluruh tubuh,
sedangkan jantung kanan menampung darah kotor oksigen, kaya karbon dioksida atau zat asam arang), yang kemudian dialirkan ke paru-paru untuk dibersihkan. Jantung mempunyai ukuran normal besarnya segenggam tangan kiri kita, Jantung
adalah organ yang mampu berdenyut 60-80 kali per menit, denyutan akan mampu bertambah kencang pada saat aktifitas atau anda melakukan kegiatan.
Yang patut kita renungkan dalam organ jantung adalah denyutan jantung 70 kali per menit, maka dalam 1 jam jantung berdenyut 4200 kali atau 100.800 kali sehari semalam. Tiap kali berdenyut dipompakan darah sekitar 70 cc,
jadi dalam 24 jam jantung memompakan darah sebanyak kira-kira 7000 liter sungguh luar biasa Alloh menciptakan jantung yang tanpa kita sadari setiap 24 jam kita diberi mesin secanggih itu.
Untuk memenuhi kebutuhan energi otot otot jantung agar mampu bergerak optimal, didalam jantung terdapat pembuluh darah atau arteri koroner yang mengalirkan darah. pembuluh darah ini keluar dari pangkal pembuluh darah utama/aorta/pembuluh darah besar, ada dua yakni arteri pada jantung yaitu sebelah kiri dinamakan dengan singkatan (LMA) dan
arteri Jantung sebelah kanan (RCA). Masing-masing arteri jantung memiliki percabangan pada sekitar jantung, yang berfungsi untuk mensuplai energi kimiawi. 

Gambaran Normal dari Pemeriksaan curiga penyakit jantung koroner

thumbnail
Berikut contoh kasus pemeriksaan pada pasien dugaan penyakit jantung koroner, karena pasien memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol lumayan tinggi, disarankan oleh dokter jantung untuk periksaa CT Scan Cardiac. dengan kisaran harga 5.700.000
berikut hasilnya dalam upaya deteksi penyakit jantung koroner.



Dari keterangan gambar diatas mari kita review satu persatu pada kasus dugaan adanya penyakit jantung koroner.
Gambar pertama yang merah merupakan tampilan 3d yang menggambarkan body dan pembuluh darah jantung, pada gambaran diatas di lihat secara keseluruhan anatomi, dan patologis tidak dijumpai adanya penyakit jantung koroner.
Gambar Kedua merupakan vessel analis pada dugaan penyakit jantung koroner namun pada gambaran tersebut juga tidak menandakan adanya plak atau sumbatan pada pembuluh darah jantung.
Gambar ke tiga adalah gambaran keseluruhan pembuluh darah, dan tidak dijumpai adanya gambaran kalsifikasi pada seluruh pembuluh darah jantung.
Jadi kesimpulanya pada pemeriksaan tersebut pasien tidak dijumpai adanya penyakit jantung koroner. dalam artian masih sehat, namun dengan periksa seperti ini setidaknya pasien tersebut sudah sangat lega, ternyata tidak ada penyakit jantung koroner pada dirinya.


Cek Penyakit Jantung koroner dengan pemeriksaan CT calsium score

thumbnail
Mari lihat bersama adakah tanda tanda penyakit jantung koroner, berikut paparan jelas lewat hasil pemeriksaan ct scan calsium score dengan menandakan normal/tidaknya, artinya ada atau tidaknya resiko penyakit jantung koroner.
pada gambar diatas adalah salah satu contoh pemeriksaan CT Calsium score pada penyakit jantung koroner.
Pada tabel diatas terlihat jelas adanya nominal angka total 491,..10, dan 163,08 yang berarti menandakan bahwa pasien tersebut positif terkena penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner menurut data diatas adalah sudah pada tahap bahaya, karena kalsium score menunjukan nilai lebih dari 400.
Penyakit jantung koroner dengan type diatas rekomendasi dari dokter jantung biasanya disarankan pasang ring atau stent, tergantung dokter yang menanganinya.

Penyakit Jantung koroner yang sudah berat seperti apa sich..

thumbnail
Penyakit jantung koroner yang sudah berat bisa dilihatkan dengan gambaran dibawah ini, jika anda melihat dibawah ini anda akan mendapat kejelasan tentang penyakit jantung koroner yang sudah berat. silahkan lihat penjelasan dibawah ini.


Gambar diatas sudah menunjukan adanya penyakit jantung koroner yang berat karena ditandainya munculnya plack atau timbunan lemak yang menyumbat pada pembuluh darah kanan.
Penyakit jantung koroner diatas terlihat gambar putih yang merupakan kelaianan / kalsifikasi pada pembuluh darah kanan maka dari itu sangat membahayakan sipasien.
Penyakit jantung koroner diatas membutuhkan penanganan yang harus cepat dilakukan, baik pasang ring / stent, tergantung dri analisa dokter jantung.